JawaBaratTimes - Potret miris tentang ketimpangan akses pelayanan kesehatan pada meninggalnya bocah berusia 4 tahun di Sukabumi dengan infeksi cacingan yang lambat ditangani.
Raya bocah 4 tahun asal Desa Cianaga, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meninggal akibat komplikasi cacingan yang dideritanya 2 tahun terakhir. Ini menjadi peringatan ironi yang bertepatan pada hari Kemerdekaan ke-80 Indonesia, apakah benar bahwa negeri ini sudah sepenuhnya merdeka. Definisi merdeka adalah mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyat, akan tetapi yang terjadi di lapangan adalah masih sulit mengakses fasilitas kesehatan. Ironi ini menjadi sentilan keras untuk pemerintah bahwasanya rakyat belum merasakan Kemerdekaan sepenuhnya.
Kesejahteraan rakyat harus menjadi tujuan utama bagi pemerintah agar dapat menciptkan tatanan berkenegaraan yang stabil dan berjangka. Kasus raya menjadi cerminan bagi kita semua untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap tumbuh kembang anak balita di sekitar kita. Kabupaten Sukabumi mendapatkan teguran keras dari Dedi Mulyadi yang membekukan pencairan dana desa untuk satu tahun kedepan. Hal tersebut imbas dari meninggalnya raya seorang balita yang berusia 4 tahun akibat derita cacingan akut.
Dedi Mulyadi Bekukan Dana Desa Imbas Lalai Penanganan.
Dedi meningkatkan, permasalahan bocah Raya jadi sinyal peringatan keras buat Pemkab Sukabumi. Alasannya, banyak permasalahan yang malah wajib ditangani mandiri oleh warga tanpa mengaitkan Pemprov Jabar. Dedi pula menyoroti kasus infrastruktur desa. Mulai dari jembatan putus, rumah roboh, sampai kebutuhan bawah masyarakat yang tidak lekas ditangani.
Tidak hanya itu, Dedi berkata hendak lekas mengevaluasi puskesmas serta bidan desa yang terdapat di Sukabumi, Jawa Barat. Aksi tersebut menyusul permasalahan bocah 4 tahun bernama Raya yang wafat dunia sebab badannya dipadati cacing gelang. Sedangkan itu, kedua orang tua Raya saat ini sudah memperoleh perawatan di Rumah sakit Welas Asih, Bandung. Bapaknya dirawat karena mengidap TBC, sedangkan ibunya memperoleh penindakan kendala kejiwaan.
Pihak Mana Yang Harus Bertanggung Jawab Jika Raya Terabaikan
Dedi, bersumber pada uraian regu kedokteran yang menanggulangi Raya, berkata kalau bocah tersebut terbiasa melaksanakan kegiatan di area yang kotor. Bunda Raya juga disebutnya hadapi kendala kejiwaan, sedangkan bapaknya menderita penyakit paru- paru ataupun tuberkulosis. Dedi berkata, terdapat gejala perilaku abai serta pembiaraan terhadap bocah tersebut. Sementara itu, semestinya tiap bulan terdapat pendataan dari posyandu serta pencatatan pada kartu balita.
Dedi menyesalkan lemahnya guna layanan kesehatan bawah di tingkatan desa tempat Raya serta keluarganya tinggal. Ia pula mengatakan bakal membagikan sanksi kepada pihak yang teruji tidak membagikan atensi kepada warga di wilayahnya. permasalahan meninggalnya Raya ialah potret nyata ketimpangan dalam dunia kesehatan di Indonesia dikala ini. Permasalahan Raya ialah ironi yang nyata betapa akses atas layanan kesehatan bawah belum seluruhnya menyeluruh.
BACA JUGA ARTIKEL SEBELUMNYA :
RANGKAIAN ACARA KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS DI JAWA BARAT