Bullying Di Lingkungan Sekolah Kembali Menelan Korban
jawabarattimes - Kekerasaan fisik di lingkungan sekolah melalui bullying kini kembali menelan korban hingga rahang bawah salah satu siswa di Jawa Barat mengalami patah. Kejadian tragis kembali terjadi di lingkungan sekolah kali ini terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kronologi ini dilaporkan terjadi akibat ulah pelaku yang berjumlah sepuluh orang yang mana para pelaku tersebut adalah kakak kelas korban. Korban yang berusia 16 tahun mengalami kekerasan fisik dan trauma yang mengakibatkan korban harus menjalani perawatan intensif dirumah sakit. Hingga kini korban kasus bullying sudah mendapatkan pengobatan dan pendampingan efek psikologis untuk menghilangkan trauma terhadap kejadian yang menimpa dirinya. Menurut informasi yang beredar di sosial media, korban di intruksikan untuk jongkok kemudian 10 pelaku memukul korban secara bergantian. Akibat ulah dari pelaku bullying korban mengalami luka di sebagian muka hingga mengakibatkan tulang rahang bawah kiri patah. Pihak Kepolisian Cikarang memberikan pernyataan telah membenarkan kejadian pembullyan di lingkungan sekolajh yang mereka terima melalui orang tua korban. Menurut Kepolisian, perkiraan perundungan tersebut terjadi hari selasa sekitar pukul 11.30 WIB di lapangan sekolah yang masih termasuk lingkungan sekolah.

Kronologi Terjadinya Bullying Di Lingkungan Sekolah

Berdasarkan hasil dari pemeriksaan beberapa saksi, kejadian dimulai ketika korban sedang foto bersama seorang perempuan menggunakan pakaian sergam sekolah. Hal tersebut kemudian diketauhi kakak kelas korban, korban dianggap telah melanggar peraturan sekolah oleh kakak kelasnya. Atas dasar ini yang menjadi alasan pelaku untuk membawa korban ke lapangan tempat nongkrong yang lokasinya tidak jauh dari sekolah. Di lapangan ini lah pelaku melakukan aksi bullying nya ke korban yang mengakibatkan korban harus menjalani operasi di rahang kiri. Sejumlah saksi yang terdiri dari orang tua korban, guru BK, dan tiga orang terduga pelaku telah dimintai keterangan menjabarkan kronologi. Tiga pelaku terduga sementara telah menjalani pemeriksaan yang dilakukan pihak Kepolisian dan didampingi oleh guru BK selaku pembimbing. Keterlibatan guru BK disini adalah untuk mengawasi jalannya pemeriksaan karena seperti yang diketahui ketiga pelaku ini masih dibawah umur. Kejadian ini terungkap setelah vidio yang disebarkan oleh pelaku viral di sosial media.

Penyelidikan Berlanjut Untuk Mengetahui Keterlibatan Pihak Lainnya

Ketika dimintai keterangan terhadap tiga terduga sementara, para pelaku mengaku ada sepuluh orang yang melakukan bullying dikawasan sekolah. Setelah melakukan pengembangan penyelidikan terduga pelaku kini bertambah menjadi lima orang yang mana semua adalah anak dibawah umur. Atas dasar kejadian ini kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengirim anak sekolah ke Barak Militer mulai dibutuhkan masyarakat. Seperti yang diketahui Barak Militer berfokus untuk membina anak bermasalah di sekolah dalam pengembangan pendidikan karakter disiplin. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dimana angka kekerasan tertinggi yang dilakukan anak dibawa umur di lingkungan sekolah. Barak Militer menjadi garda terdepan untuk menekan angka kekerasan di lingkungan sekolah dengan program pendidikan karakter disiplin. Kejadian ini menjadi alarm keras untuk Pemerintah dari Gubernur hingga Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk menciptakan lingkungan sekolah aman kekerasan. Dengan adanya program Barak Militer besar harapan untuk dapat menciptakan ruang aman bagi anak anak untuk menempuh pendidikan di sekolah. BACA JUGA ARTIKEL SEBELUMNYA : Artikel Seputar Jawa Barat Dalam Sepekan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *