jawabarattimes - Perkembangan terbaru yang meliputi bagaimana dinamika di wilayah Jawa Barat setelah terjadinya demonstrasi yang menyebabkan kerusuhan kemarin.
Setelah mengalami krisis kericuhan kemarin yang disebabkan oleh memuncaknya amarah masyarakat akan kebijakan untuk tunjangan DPR. Situasi terknini kondisi dilapangan yang menjadi titik kericuhan sudah mulai kondusif dan sudah dapat terkendali. Hal ini membuat proses kegiatan sehari hari dapat kembali berjalan dengan normal, perekonomian di masyarakat juga berputar kembali. Kejadian seperti kemarin menjadi cerminan bagi seluruh masyarakat dan Pemerintah Indonesia untuk tidak mudah terprovokasi dan di pecah belah.
Kondisi yang kini semakin kondusif memberikan harapan bahwa Indonesia akan terus berbenah untuk menjadi negara yang lebih baik lagi. Akibat dari aksi demo kemarin menyebabkan ratusan orang luka luka, rusaknya fasilitas umu, hingga penangkapan pelaku demonstrasi. Tidak sedikit juga ditemukan masa provokasi dengan membakar fasilitas umum yang menggiring opini agar para demonstran lebih tersulut emosinya. Aksi provokasi ini tentunya menjadi salah satu penyebab kerusuhan terjadi pada aksi demonstrasi kemarin.
Maraknya Berita Palsu Tentang Aksi Demo Di Internet
Provokasi agar demonstrasi berjalan ricuh juga beredar di internet, beberapa pihak menginginkan adanya kericuhan dalam aksi tersebut. Narasi yang sifatnya berisi ajakan untuk merusak dan membakar fasilitas umum tentunya menjadi hal yang sangat di hindarkan untuk terjadi. Sekelompok orang dengan kepentingan untuk merusak fasilitas umum dibeberapa titik aksi massa telah berhasil ditangkap. Setidaknya terdapat puluhan orang yang berhasil ditangkap akibat melakukan hal anarkis di depan kantor DPRD Ciamis.
Para pelaku melempari gedung DPRD dengan batu hingga menyebabkan kerusakan di beberapa bagian gedung DPRD Ciamis. Bahkan sebagian orang melihat adanya indikasi untuk terjadinya pembakaran gedung DPRD Ciamis oleh sekelompok orang tersebut. Kepolisian Ciamis menyebutkan sebagian pelaku anarkis yang berhasil diamankan merupakan berasal dari luar Ciamis. Tentunya ini menjadi perhatian yang sangat besar mengapa sekelompok orang ini mau datang ke Ciamis dan melakukan tindakan anarkis.
Tokoh Agama Turun Tangan Untuk Menjaga Kondusifitas
Dalam situasi yang sempat memanas kemarin, tentunya untuk menjaga kondusifitas tidak bisa hanya datang dari aparat keamanan saja. Seluruh stakeholder yang terlibat harus bekerja sama agar kondisi kerusuhan seperti kemarin tidak terjadi lagi, termasuk para tokoh agama. Tokoh agama mengajak masyarakat untuk sadar akan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah dan tidak gampang terpancing isu isu liar di internet. Para tokoh agama percaya ketika situasi berjalan damai, aman, dan harmonis dapat menjadi hal pendukung pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Bekasi dan masyarakat Bekasi menyikapi atas kondisi dan situasi yang terjadi dengan bangsa Indonesia saat ini. Kabupaten Bekasi menggelar acara Do'a Bersama dan dilanjutkan dengan kegiatan shalat hajat dan shalat ghoib secara berjamaah di plaza pemda. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi dan meminta negara Indonesia diberikan keselamatan dalam menyelenggarakan sistem demokrasi ini. Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mengajak seluruh elemen di masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas, keamanan dan persatuan di wilayahnya.
BACA JUGA ARTIKEL SEBELUMNYA :
Gelombang Perlawanan Hadir Sampai Bandung Jawa Barat