Berita Terkini Penganiyayaan Di Daerah Depok Jawa Barat
jawabarattimes - Berita memberikan laporan terkini terhadap laporan yang terjadi akibat penganiyayaan yang terjadi di daerah Depok Jawa Barat melibatkan TNI sedang diselidiki. Setidaknya terdapat dua laporan belakangan ini perihal terjadinya penganiyaan di dua tempat berbeda di daerah Depok Jawa Barat. Tentunya laporan atas tindakan arogan masyarakat ini menjadi perhatian penting akan penjagaan keamanan bagi masyarakat sipil untuk dapat terus ditingkatkan. Kejadian penganiyaan ini menjatuhkan sedikitnya empat korban di dua lokasi yang berbeda, kejadian pertama di komplek dan kedua di minimarket. Masyarakat sekitar mengutuk atas terjadinya sikap arogan yang terjadi di kawasan sipil sehingga kejadian ini sudah naik menjadi laporan Kepolisian. Masyarakat menuntun pihak keamanan yang terdiri dari Kepolisian dan TNI untuk meningkatkan rasa aman di wilayah sipil agar lebih aman. Setidaknya dari empat korban yang ada di dua tempat berbeda ada satu yang mengalami luka parah sehingga harus mendapatkan perawatan. Lemah nya pengawasan dari pihak keamanan berdampak dengan terjadinya kekerasan di ruang sipil yang dapat terjadi dimana saja. Bahkan dari dua laporan yang diterima pihak kepolisan salah satu korban adalah lansia yang bekerja sebagai satpam komplek.

Petugas Satpam Lansia Menerima Kekerasan Ketika Bekerja

Seorang petugas satpam yang sudah lanjut usia mengalami kejadian yang tidak mengenakan ketika sedang menjalankan tugas menjaga portal malam hari. Kronologi terjadinya adegan kekerasan sekitar pukul 22.00 dimana pada jam tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku portal sudah harus ditutup. Namun pada jam 22.30 datang lah dua pelaku dengan sepeda motor yang ingin masuk ke wilayah perumahan yang sudah tertutup. Pelaku memaksa untuk satpam membuka portal sehingga terjadi perdebatan anatara pelaku dan korban karena permasalahan portal tutup. Pelaku diidentifikasi sebagai sepasang kekasih yang ingin hendak melintasi kawasan yang sudah tertutup portal tersebut. Setelah portal dibuka oleh korban pelaku langsung turun dari motor dan melayangkan tinju tepat ke muka satpam yang menjadi korban. Akibat dari kekerasan tersebut satpam yang menjadi korban mendapatkan luka memar di hampir sebagian wajah akibat pukulan bertubi tubi pelaku. Hingga kini korban telah melaporkan kejadian dengan bukti cctv kepada pihak Kepolisan, dan pihak Kepolisian telah mengantongi identitas pelaku tersebut.

Terjadi Pengeroyokan Oleh Sekelompok Orang Di Depan Minimarket

Sedikitnya dari laporan yang diterima pihak Kepolisian terdapat tiga korban akibat terjadinya pengeroyokan yang terjadi di depan minimarket. Dari kabar yang beredar diduga ada keterlibatan anggota TNI dalam pengeroyokan ini, dan kasus ini sedang diselidiki olleh Kostrad. Kronologi terjadinya kekerasan dimulai pelaku datang membawa mobil lalu kerabat pelaku datang membawa motor dan memakirkan motor di parkiran mobil. Namum pihak korban berusaha untuk menjelaskan bahwa tempat yang dimaksud hanya dikhususkan untuk parkiran mobil bukan sepeda motor. Rupanya para pelaku tidak menerima setelah mendapat teguran dari pelaku, terjadilah adu argumen sampai ada kalimat "tunggu, gua bawa sekompi". Setelah 30 menit kemudian ketiga korban digeruduk sekelompok orang dan dianiyaya menggunakan barang yang teradapat di sekitar tempat kejadian. Dua korban ditempat kejadian sempat kabur dan menyisakan satu korban yang tetap melawan walau sampai babak belur. Kejadian ini sudah sampai di laporan pihak Kepolisian dan sedang menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. BACA JUGA ARTIKEL SEBELUMNYA : Penemuan Mengerikan Di Indramayu Jawa Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *