Mencemarkan Dua Wilayah Kandang Hewan Terancam Disegel
jawabarattimes - Dua wilayah di Depok menghadapi polemik keberadaan kandang hewan yang diduga mencemarkan lingkungan terancam disegel oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Depok tepatnya wilayah Cimanggis menghadapai gejala pencemaran lingkungan yang diduda disebabkan oleh keberadaan kandang dan rumah potong hewan. Kementrian Lingkungan Hidup dengan Pemerintah Kota Depok melakukan peninjauan menuju lokasi yang diduga tercemar. Lokasi kandang hewan tersebut diketahuin berada di wilayah Setu Gadog lalu kandang tersebut juga berada didirikan tepat di pinggir telaga. Hal yang membuat setu tercemar nampaknya pada saluran pembuangan kotoran yang langsung kearah telaga tanpa proses filterasi. Saluran air pada sekitar lokasi juga terlihat nampak berlumpur serta tercemar dikarenakan limbah ternak tersebut menjadi penyebab diduga tercemarnya telaga. Setelah didatangi oleh pihak Pemerintah dan Kementrian ke lokasi, kandang hewan dan tempat potong hewan yang diduga mencemari langsung disegel. Langkah ini diambil untuk memberikan keamanan dan kenyamanan masyrakat sekitar yang menggunakan telaga sabagai aktifitas sehari hari. Sementara itu diketahui juga kandang dan tempat potong hewan tersebut belum mempunyai dokumen perizinan.

Penyebab Telaga Tercemar Karena Limbah Hewan Ternak

Terdapat setidaknya dua telaga di Depok yang mengalami pencemaran lingkungan dikarenakan limbah hewan ternak yang berasal dari kandang. Pemerintah mendapatkan pengaduan yang berasal dari masyarakat dan langsung melakukan penindakan menuju lokasi yang tercemar limbah. Penindakan dilakukan oleh Pemerintah Depok dan juga Kementrian Lingkungan Hidup yang segera akan melakukan penutupan kandang tersebut. Saat ini Pemerintah melakukan langkah tegas dengan memeberikan ancaman untuk melakukan penutupan jika semua masalah tidak terselesaikan. Penyebab tercemarnya telaga karena buruknya sistem sanitasi dan pengolahan limbah yang lansgung dialirkan ke telaga sehingga membuat tercemar. Selain memcemari lingkungan diketahui juga kandang hewan dan tempat pemotongan hewan tersebut tidak memiliki dokumen izin yang lengkap. Atas dasar dua permasalahan tersebut kandang hewan yang berdiri tepat di dekat telaga telah menayalahi aturan dan terancam untuk disegel.

Dedi Mulyadi Sebagai Gubernur Jawa Barat

Kepolisian Daerah Jawa Barat telah mengambil kasus meninggalnya sekitar tiga orang, termasuk anggota polri ketika insiden pernikahan anak Dedi Mulyadi. Perwakilan Polda Jawa Barat memberikan penjelasan bahwa seluruh pihaknya kini sedang mendalami penyelidikan untuk mengetahui awal penyebab insiden tersebut. Kabid Humas Polda Jawa Barat mengatakan pihak Event Organizer punya potensi untuk diperiksa ketika penyelidikan sedang berlangsung. Insiden kejadian itu diketahui menelan tiga korban meninggal karena berdesakan untuk mendapatkan makanan gratis ketika acara pernikahan anak Dedi Mulyadi. Pihak Kepolisian mengatakan sebelum acara pernikahan dimulai, sebanyak ribuan warga dari penjuru daerah telah memadati kawasan tersebut. Dari 5.000 makanan disediakan tersebut mengundang masyarakat dua kali lipat sehingga terjadilah insiden desak desakan yang menyebabkan tiga orang meninggal. Sementara penganggung jawab acara tersebut Dedi Mulyadi mengatakan bahwa ia siap jika dipanggil pihak Kepolisian untuk memberikan keterangan. BACA JUGA ARTIKEL SEBELUMNYA : Polemik Desa Bogor Yang Jadi Bahan Jaminan Di Bank  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *