Ditemukan Jasad Wanita Korban Pembunuhan Di Sungai Citarum
jawabarattimes - Korban pembunuhan kembali terjadi kali ini tedapat jasad wanita yang menjadi korban pembunuhan rekan kerja telah ditemukan mengambang di aliran sungai citarum. Warga Jawa Barat khususnya Karawang kembali digegerkan dengan penemuan sebuah jasad wanita yang mengampung di aliran sungan citarum. Diketauhi penemuan jasad korban tersebut adalah Dina Oktaviani seorang karyawati minimarket Rest Area 72A tol Cipularang, Purwakarta. Penemuan jasad wanita ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga dan langsung melaporkan penemuannya kepada pihak kepolisian. Setelah adanya laporan dari warga yang menemukan jasad wanita, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan temuan jasad tersebut. Hasil dari penyelidikan yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal dtiemukan fakta bahwa pelaku pembununhan tersebut adalah rekan kerja korban. Pihak Kepolisian mengungkapkan bahwa pihak mereka berhasil mengungkap penemuan kasus jasad perempuan yang terapung di sungai Citarum. Penyelidikan ini dilakukan selama kurang lebih 24 jam untuk bisa mengidentifikasi korban serta menangkap pelaku tepat di kediamannya. Dapat diketahui pelaku pembunuhan tersebut berinisal H yang merupakan rekan kerja atau kepala toko tempat korban bekerja.

Terungkap Motif Pembunuhan Kepala Toko Kepada Rekan Kerja

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihak Kepolisian terungkap bahwa motif dari pembunuhan tersebut mempunya latar belakang percintaan dan ekonomi. Korban yang awalnya memiliki masalah percintaan dengan mantan kekasihnya meminta tolong dengan pelaku untuk mendegarkan curahan hati korban. Peristiwa berasal saat korban minta bantuan pelaku dalam mencari orang pintar untuk mengobati perasaan dan pikirnya terhadap mantan pacar korban. Pelaku dan korban sepakat untuk bertemu di kediaman pelaku dalam urusan membicarakan masalah percintaan korban. Di kediamannya tersebut lah pelaku melancarkan aksi keji nya dengan membepak serta mencekik korban hingga tewas serta memperkosa korban. Setelah pelaku puas dengan perbuatannya, pelaku segera mengambil barang berharga milik korban seperti perhiasan dua buah ponsel dan satu motor. Setelah menyetubuhi dan membunuh korban pelaku segera mamasukan jasad korban kedalam kardus serta melakukan pembunagan jasad ke sungai Citarum. Dalam upayanya untuk mengilangkan jejak pelaku diketahui segera membakar tas korban yang berisikan data pribadi dan juga menyembunyikan pakaian korban.

Kekecewaan Ayah Korban Dengan Perilaku Anaknya

Ayah korban yang berinisal K tidak pernah menyangka bahwa anaknya adalah pelaku pembunuhan serta pemerkosaan kejam terhadap karyawati sendiri. K selaku ayah korban melakukan pendampingan terhadap Pihak Kepolisian saat melakukan olah tempat kejadian perkara di kediaman anaknya. Terlihat dari balik garis kepolisian K menampilkan raut wajah kekecewaan yang mendalam ketika menyaksiskan anaknya menjadi pelaku pembunuhan. Ayah korban mengatakan tetap susah untuk percaya ketika mengetahui anak yang sejauh ia kenal penurut bisa melakukan perbuatan keji. K juga menambahkan dari kecil korban tumbuh dan berkembang tanpa hadirnya sosok ibu dikarenakan perceraian kedua orang tuanya. Meski begitu menurut sang ayah korban adalah anak yang penurut dan rajin bersekolah sejak kecil sehingga kejadian ini meninggalkan kekecewaan. Lalu setelah korban menikah dan dikaruniai seorang anak, korban sudah jarang melakukan komunikasi dan berbagi cerita dengan keluarga. Ayah korban menganggap Haryanto sudah cukup umur dan sudah dewasa untuk menjadi seorang kepala keluarga. BACA JUGA ARTIKEL SEBELUMNYA : Dedi Mulyadi Menghadirkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *