jawabarattimes - Jawa Barat mencatatkan prestasi dengan capaian nilai investasi tertinggi yang menjadikan wilayah tersebut berpeluang besar melakukan serapan besar tenaga kerja.
Provinsi Jawa Barat kembali menorehkan prestasi atas capaiannya menjadi daerah dengan tujuan investasi paling besar di Indonesia pada Triwulan III. Informasi yang didapat melalui Kementrian Investasi/BPKM, perkiraan investasi pada wilayah Jawa Barat mencapai Rp 77,13 triliun. Angka tersebut merupakan yang terbesar di Indonesia, setidaknya 15,7 persen total nilai investasi di Indonesia ada di wilayah Jawa Barat. Pencapaian tersebut menunjukan peningkatan signifikan dari rentang waktu yang sama pada tahun lalu, yakni melonjak 36,34 persen dari total investasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal Jawa Barat melaporkan pertumbuhan dan peningkatan investasi dipicu oleh penambahan Penanaman Modal Dalam Negeri. Peningkatan penanaman modal dalam negeri mengalami peningkatan mencapai Rp 41,78 triliun yang berarti bertumbuh 74,33 persen dibanding periode sebelumnya.Sedangkan untuk Penanaman Modal Asing ikut mengalami peningkatan sebesar USD 2,2 miliar atau kurang lebih Rp 35,3 triliun. Negara asing yang ikut menamkan modal investasi di Indonesia antara lain Jepang, Hongkong dan Singapura.
Industri Bidang Olahan Masih Mendominasi
Besaran peningkatan nilai investasi di Jawa Barat tidak luput dari peran sektor industri pengolahan yang masih mendominasi dan diminati investor. Selain sektor industri pengolahan yang masih menunjukan potensi besar diikuti juga dengan sektor komunikasi dan informasi, real estate dan perdagangan. Kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Jawa Barat tidak luput dari iklim usaha kondusif, infrastruktur mendukung hingga percepatan layanan perizinan. Peningkatan nilai investasi dengan nilai signifikan ini menjadi gambaran bahwa Jawa Barat dengan segala dinamikanya masih mendapatkan kepercayaan investor.
Penambahan penanaman modal tersebut tidak cuma berdampak kepada angka investasi saja, ini juga berdampak langsung kepada peningkatan serapan tenaga kerja. Dari informasi yang didapat dampak dari peningkatan nilai invetasi ini setidaknya menyerap kurang lebih 100 ribu tenaga kerja berbagai sektor. Dengan adanya peningkatan ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk mempertahankan tren positif melalui peningkatan diberbagai bidang lainnya. Peningkatan layanan investai yang lebih cepat, terintegrasi dan transparan juga bisa memudahkan pelaku usaha ketika mengurus surat perizinan.
Dampak Peningkatan Invesati Pada Serapan Tenaga Kerja
Jawa Barat yang berhasil mempertahankan sebagai wilayah dengan tujuan investasi bagi penanaman modal dalam ataupun asing juga berdampak ke masyarakat. Realisasi investasi PMDN naik tajam 74,33 persen dari Rp 23,97 triliun pada triwulan III 2024 menjadi Rp 41,78 triliun. Kontribusi Jawa Barat pada PMA nasional mencapai 16,7 persen, menempatkannya teratas dibandingkan provinsi lain. Penyerapan tenaga kerja yang berasal dari investasi tersebut naik jadi 303.469 orang, bertambah 4,45 persen dibanding 2024 sebanyak 290.545 orang.
Rinciannya, serapan tenaga kerja dari investasi PMDN sebanyak 175.385 orang serta investasi asing( PMA) sebanyak 128. 084 orang. Sebagian besar penyerapan tenaga kerja terletak di zona manufaktur serta jasa penunjang industri, terbaru penyerapan 4. 500 tenaga kerja BYD. Pemerintah berharap tiap rupiah investasi yang masuk bisa membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi wilayah serta menguatkan energi saing Jawa Barat. Jawa Barat menempati urutan awal buat ranking realisasi investasi per provinsi, disusul DKI Jakarta diposisi dua.
BACA JUGA ARTIKEL SEBELUMNYA :
Jawa Barat Menyiapkan Langkah Bangun Empat Jalan Tol